OUTPUT PRAKTIKUM MANDIRI KPKT

ACARA 5 “PROBLEMATIKA KESUBURAN TANAH DI SEKITAR”

(Millenia Lianjani 18/427869/PN/15649 Gol A5)

                                     



         

              Gambar 1. Foto dengan Bu Sulasmi                               Gambar 2. Lahan Milik Bu Sulasmi

 

Kesuburan tanah merupakan mutu tanah untuk bercocok tanam, yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat kimia, fisika dan biologi bagian tubuh tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Status kesuburan tanah actual dapat menjadi dasar dalam menentukan factor pembatas pertumbuhan tanaman dari aspek kesuburan tanah ( Supangat et al., 2013 ). Kesuburan tanah bersifat site specific­ dan crop specific, yang artinya tanah yang subur untuk suatu jenis tanaman belum tentu subur untuk jenis tanaman lainnya. Konsep yang lebih luas berkaitan dengan kemampuan tanah untuk menyangga pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan adalah produktifitas tanah, yaitu kemampuan tanah untuk mempertahankan kesuburan tanah dalam janga panjang ( Handayanto, 2017 ).

Praktikum Kesuburan Tanah dan Pemupukan Acara 2 Mengenal Pupuk dilaksanakan dengan menggunakan metode wawancara kepada petani pada hari Rabu 28 Oktober 2020 di Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul. Narasumber yang di wawancarai pada praktikum ini adalah Ibu Sulasmi berusia 48 tahun. Ibu Sulasmi adalah ibu rumahtangga dan menjadikan petani sebagai pekerjaan sampingannya. Ibu Sulasmi merupakan salah satu petani di Kabupaten Gunungkidul yang menanam komoditas padi. Luas lahan yang dimiliki Ibu Sulasmi adalah 1500 m2. Jenis tanah di sawah Ibu Sulasmi adalah tanah lempung berwarna coklat dengan tekstur kasar, strukturnya gumpal.

Jenis padi yang ditanam Ibu Sulasmi adalah jenis padi 05. Jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 20 cm kemudian pada saat diamati umur padi yang sedang ditanam adalah 10 hari. Kemudian umur panennya mungkin 3 bulan atau akhir Januari bisa panen. Ibu Sulasmi mengolah tanah sawahnya dengan menggunakan tractor. Untuk pupuk yang digunakan 4 jenis pupuk, ada yang organic dan anorganik. Pupuk organic yang digunakan adalah pupuk kendang. Ibu Sulasi menggunakan pupuk kendang. Kemudian pupuk anorganik yang digunakan adalah pupuk TSP, Ponska dan Urea. Sejauh ini hasil tanaman padi baik. Ibu Sulasmi pada lahannya tidak menanam selain padi jadi pola tanamnya monokultur.

Pada lahan sawahnya yang menjadi masalah adalah tanahnya kurang subur dan terkadang tanaman mati kering karen tanahnya terlalu keras, seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tanahnya tanah lempung sehingga ketika suhu tinggi tanah menjadi kering dan keras. Solusi yang dapat saya berikan mungkin pada saat pengolahan lahan diberikan beberapa campuran, seperti bahan organic sehingga saat pengolahan lahan tanah sawah akan tercampur denngan bahan organic sehingga tekstur tanah menjadi lebih gembur. Kemudian pengairan harus disesuaikan jangan sampai menjadi sangat basah atau sangat kering. Ketika tanah dirasa terlalu kering, sebaiknya diberikan air sesuai dengan kebutuhannya saja dan tidak lupa membuat drainase yang baik sehingga tanah tidak terlalu basah.

 

Sumber :

Handayanto, E., Muddarisna, N., & Fiqri, A. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Brawijaya Press.

Supangat, A. B., Supriyo, H., Sudira, P., dan Poedjirahajoe, E. 2013. Status Kesuburan Tanah Di Bawah Tegakan Eucalyptus Pellita F. muell: Studi Kasus Di Hphti PT. Arara Abadi, Riau (Soil Fertility Under Eucalyptus Pellita F. muell Stands: Case Study in PT. Arara Abadi, Riau). Jurnal Manusia dan Lingkungan20(1), 22-34.

Comments