OUTPUT
PRAKTIKUM MANDIRI KPKT
ACARA
2 “MENGENAL PUPUK”
(Millenia
Lianjani 18/427869/PN/15649 Gol A5)
Gambar
1. Lahan Milik Bu Sulasmi Gambar 2. Foto dengan Petani
Pemupukan merupakan salah satu
factor penentu dalam upaya meningkatkan hasil tanaman. Pupuk yang digunakan
sesuai dengan anjuran diharapkan mampu memebrikan hasil yang maksimal dan
menguntungkan secara ekonomis. Hal ini menjadikan penggunaan pupuk ditingkat
petai menjadi tinggi dan menimbulkan beberapa masalah seperti pemadatan tanah
dan pencemaran lingkungan ( Bangun et al.,2000 cit Napitupulu dan
Winarto, 2010 ). Pupuk merupakan bahan
yang ditambahkan kedalam tanah untuk menambah ketersediaan unsur-unsur esensial
bagi pertumbuhan tanaman ( Handiuwito, 2012 ).
Praktikum Kesuburan Tanah dan
Pemupukan Acara 2 Mengenal Pupuk dilaksanakan dengan menggunakan metode
wawancara kepada petani pada hari Rabu 28 Oktober 2020 di Ngalang, Gedangsari,
Gunungkidul. Narasumber yang di wawancarai pada praktikum ini adalah Ibu
Sulasmi (48 tahun). Ibu Sulasmi merupakan salah satu petani di Kabupaten
Gunungkidul yang menanam komoditas padi. Luas lahan yang dimiliki Ibu Sulasmi
adalah 1500 m2 untuk ditanami padi semua. Jenis padi yang ditanam
Ibu Sulasmi adalah padi 05.
Sebelum dilakukan olah lahan Ibu Sulasmi
lahan sawahnya diberi pupuk kendang terlebih dahulu baru kemudian tanahnya
diolah menggunakan bantuan mesin tractor. Hal ini dilakukan untuk menambahkan
nutrisi bagi tanah dan supaya pupuk tercampur rata dengan tanah yang akan
ditanami nantinya. Biasanya Ibu Sulasmi menghabiskan 25 karung 25kg an pupuk
kendang untuk lahannya. Kemudian sebelum ditanami diberikan pupuk TSP sebanyak
20 kg baru setelahnya ditanami padi. Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 1
minggu setelah tanam diberikan pupuk ponshka sebanyak 20 kg. dengan cara
disebarkan merata pada tanaman padi. Pemupukan terakhir dilakukan Ibu Sulasmi
setelah padi berumur 35-39 hari setelah tanam dengan pupuk ponska 25 kg dan
dicampur dengan pupuk urea 5 kg. Setelah itu Ibu Sulasmi tidak melakukan
pemupukan lagi sampai panen. Semua pupuk yang digunakan oleh Ibu Sulasmi dibeli
sendiri tidak berasal dari subsidi pemerintah.
Menurut Roidah (2013) penggunaan
pupuk secara setimbang akan meningkatkan produksi tanaman. Peningkatan produksi
juga meningkatkan jumlah sisa-sisa tanaman (daun, batang, akar) yang tertinggal
atau yang dapat dikembalikan ke dalam tanah untuk pupuk alami atau organic.
Penggunaan pupuk anorganik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan tanah
bisa sangat keras dan susah untuk ditanami.
Sumber
:
Hadisuwito,
Sukanto. 2012. Membuat pupuk cair. PT. Ago Media Pustaka. Jakarta
Napitupulu,
D., dan Winarto, L. 2010. Pengaruh pemberian pupuk N dan K terhadap pertumbuhan
dan produksi bawang merah.
Roidah,
I. S. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Bonorowo, 1(1), 30-43.
Comments
Post a Comment