OUTPUT PRAKTIKUM MANDIRI KPKT

ACARA 1 “UJI KESUBURAN TANAH”

(Millenia Lianjani 18/427869/PN/15649 Gol A5)

Kesuburan tanah merupakan mutu tanah untuk bercocok tanam, yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat kimia, fisika dan biologi bagian tubuh tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Status kesuburan tanah actual dapat menjadi dasar dalam menentukan factor pembatas pertumbuhan tanaman dari aspek kesuburan tanah ( Supangat et al., 2013 ).

Praktikum Kesuburan Tanah dan Pemupukan Acara 1 Uji Kesuburan Tanah dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2020 di Sendowokidul, Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul. Pada uji kesuburan tanah dilakukan melalui beberapa metode. Kali ini saya menggunakan metode menanan atau mengamati pertumbuhan tanaman untuk menentukan kesuburan tanah. Saya menanam tanaman kacang hijau. Kacang hijau ditanam di 2 tanah yang berbeda, yaitu tanah sawah dan tanah tegalan dengan masing-masing 3 komposisi yang berbeda juga. Langkah pertama siapkan alat dan bahannya sebagai berikut :

Alat :

1.      6 buah polybag

2.      Sekop

3.      Kertas dan pulpen

Bahan :

1.      Tanah sawah

2.      Tanah tegalan

3.      Pasir

4.      Kompos

5.      Benih kacang hijau

Metode pembuatannya adalah media tanam dibagi menjadi 2 tanah sawah dan tanah tegalan dengan perbandingan tanah : pasir : kompos, tanah : kompos dan hanya tanah saja. Kemudian dimasukan benih kacang hijau 1 polibag diberi 5 benih. Kemudian diamati setiap minggunya. Berikut merupakan hasil minggu pertama setelah penanaman.


                    

     Gambar 1. Tanah Sawah (1 minggu)                            Gambar 2. Tanah Tegalan (1 minggu)

  

            Gambar 3. Tanah Sawah (2 minggu)                     Gambar 4. Tanah Tegalan (2 minggu)

Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa hasil tanaman dengan media tanah tegalan lebih baik dari pada tanaman yang tumbuh dengan media tanah sawah. Menurut Jauhari (2009) Lahan sawah mempunyai unsur hara yang lebih tinggi dan mempunyai tingkat kesuburan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah tegalan dan daerah pemukiman. Hal ini tidak sesuai dengan hasil percobaan saya yang mana tanah tegalan jauh lebih bagus hasilnya dibandingkan tanah sawah. Mungkin hal ini dapat disebabkan karena tanah sawah yang saya gunakan sudah terkontaminasi dengan polutan atau tanah sawah yang saya gunakan memang sudah tidak subur lagi.

 

Daftar Pustaka

Jauhari, M. A. 2009. Agihan kesuburan tanah pada lahan padi sawah di kecamatan jogorogo kabupaten ngawi provinsi jawa timur (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Supangat, A. B., Supriyo, H., Sudira, P., dan Poedjirahajoe, E. 2013. Status Kesuburan Tanah Di Bawah Tegakan Eucalyptus Pellita F. muell: Studi Kasus Di Hphti PT. Arara Abadi, Riau (Soil Fertility Under Eucalyptus Pellita F. muell Stands: Case Study in PT. Arara Abadi, Riau). Jurnal Manusia dan Lingkungan20(1), 22-34.

Comments